(0283) 491708
sdmuhslawi@gmail.com
Jalan KH. Mas Mansyur No. 25 Slawi Kulon, Kabupaten Tegal
blog-img
Senin, 01 Juni 2026

Pancasila sebagai Fondasi Bernegara dan Rumah Kita Bersama

SDM Slawi| Senin, 01 Juni 2026| Berita

Sebuah bangunan yang megah tidak akan mampu berdiri tegak menerjang badai tanpa fondasi yang kuat. Begitupun dengan Indonesia. Negara kita adalah rumah besar yang dihuni oleh ratusan suku, ribuan bahasa, dan beragam keyakinan. Pertanyaannya, apa yang membuat rumah besar ini tetap kokoh berdiri selama puluhan tahun? Jawabannya adalah Pancasila.

Pancasila bukan sekadar pajangan di dinding kelas atau teks yang kita baca setiap upacara. Pancasila adalah philosofische grondslag—dasar filsafat, jiwa, dan fondasi bernegara. Di atas lima sila inilah, para pendiri bangsa sepakat mendirikan Indonesia. Tanpa Pancasila, kita akan mudah terpecah belah oleh ego kelompok dan kepentingan pribadi.

Namun, hadirin sekalian, fondasi yang kuat akan sia-sia jika kita tidak merawatnya. Menjaga Pancasila bukan dengan cara menghafalnya di luar kepala, melainkan dengan membumikannya dalam kehidupan sehari-hari.

Membumikan Pancasila dalam Keseharian

Lalu, bagaimana cara kita melaksanakan Pancasila di era modern ini? Jawabannya sederhana: mulailah dari hal-hal kecil di sekitar kita.

  • Sila Pertama, Ketuhanan Yang Maha Esa: Diwujudkan bukan dengan merasa iman kita paling benar lalu merendahkan orang lain. Pelaksanaannya adalah dengan saling menghormati perayaan ibadah tetangga kita, dan menjaga kerukunan antarumat beragama.

  • Sila Kedua, Kemanusiaan yang Adil dan Beradab: Kita laksanakan setiap kali kita menolak untuk melakukan bullying (perundungan), baik di dunia nyata maupun di media sosial. Di era digital, bersikap beradab berarti tidak menyebarkan hoaks dan fitnah yang merugikan orang lain.

  • Sila Ketiga, Persatuan Indonesia: Hari ini, persatuan diuji oleh perbedaan pilihan dan pandangan. Menjalankan sila ketiga berarti kita mau menurunkan ego, merangkul perbedaan, dan mengutamakan kepentingan bersama di atas kepentingan circle atau golongan kita sendiri.

  • Sila Keempat, Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan: Mari kita hidupkan kembali budaya diskusi. Jika ada masalah di RT, di kelas, atau di tempat kerja, selesaikan dengan musyawarah, bukan dengan otot atau viral-viralan yang merusak nama baik.

  • Sila Kelima, Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia: Sila ini memanggil jiwa gotong royong kita. Membantu tetangga yang kesulitan, tidak pamer kemewahan di tengah penderitaan orang lain, dan memberikan hak orang lain secara adil adalah wujud nyata dari sila kelima.

Hadirin yang saya banggakan,

Tantangan bangsa kita ke depan tidaklah mudah. Namun, selama Pancasila masih hidup di dalam nadi dan perilaku kita sehari-hari, Indonesia tidak akan pernah goyah.

Mari kita jadikan Pancasila sebagai kata kerja, bukan kata benda. Pancasila adalah aksi nyata kita untuk saling peduli, saling menghargai, dan saling menguatkan.

Akhir kata, mari kita jaga fondasi ini bersama-sama. Mulai dari diri sendiri, mulai dari hal kecil, dan mulai dari sekarang.

Selamat Hari Lahir Pancasila, selamat merawat persatuan!

Terima kasih, Wabillahi taufiq wal hidayah, Selamat pagi/siang, dan Salam Pancasila!

Bagikan Ke: